Unsupported Screen Size: The viewport size is too small for the theme to render properly.

Kegiatan

  • Eren El mengirim sebuah pembaruan 2 bulan, 1 minggu lalu

    Dengan semakin pesatnya pertumbuhan* layanan streaming, khususnya* Netflix dan Amazon, tidak sedikit* yang bilang bahwa sinema berada di tepi* kepunahan. Bioskop dalam bahaya* sepi, sebab* sekarang film dapat* dijangkau melulu* dengan jentikan jari. Semudah itu. Penonton dapat* menonton lewat gadget mereka, tak butuh* bermacet-macetan di jalan atau ngantri di bioskop.

    Kekhawatiran ini sebenarnya* masuk akal. Dilansir dari Variety, industri perfilman Amerika merasakan* penurunan performa sebesar 2,3% pada tahun 2017. Penurunan ini disinyalir sebagai akibat* dari semakin perkasanya Netflix. Meski begitu, kekhawatiran itu* agaknya tidak banyak* berlebihan. Penonton nyatanya masih setia berangjangsana* ke bioskop. Industri perfilman belum secepat tersebut* memperlihatkan firasat* kematian. Buktinya, performa industri tahun ini malah* mengalami peningkatan. Statistik mengindikasikan* bahwa 2018 memberi angin segar untuk* masa depan sinema, for better or worse.

    ComScore mengadukan* bahwa industri sinema berkesempatan* besar guna* memecahkan rekor sepanjang masa. Per hari ini, total penghasilan* film-film rilisan 2018 di Amerika sudah menjangkau* $11,8 miliar, meningkat nyaris* 7% dari tahun kemudian* ($11,1 miliar). Sementara guna* box office global, pengamat menebak* bahwa ia akan selesai* di angka $41,7 miliar. Artinya, terjadi penambahan* yang lumayan* signifikan (2,7%) dari tahun lalu.

    Berita buruknya, paling tidak* untuk* penonton yang menginginkan* tontonan yang variatif, total penghasilan* tersebut nyaris* sepenuhnya berasal dari film blockbuster tertentu saja, khususnya* franchise bermerek mentereng. Faktanya, dari 10 besar film terlaris tahun ini, 6 diantaranya adalah*film supehero, sedangkan* sisanya ialah* sekuel atau spinoff. Sebagai pengecualian, melulu* ada satu film non-franchise yang sukses* masuk. Di box office Amerika, terdapat* The Grinch. Sedangkan di box office global, terdapat* Bohemian Rhapsody. Jika Anda ingin melihat jadwal film terbaru bioskop Indonesia maka Anda mengunjungi situs jadwalfilmterbaru.com

    Meski begitu, tak perlu pun* rasanya anda* nyinyir. Dunia sinema pasti* saja tidak dapat* terus berada dalam situasi* statis. Ia akan* terus berevolusi, kemana juga* arahnya. Lagipula, kan kita-kita pun* yang berperan langsung terhadap perubahan* tersebut. Kita lah yang memilih untuk menyaksikan* suatu film. Kita lah yang berperan untuk memeriahkan* film tertentu. Sementara industri yaa hanya* bereaksi terhadap itu. Mereka pasti* lebih suka untuk menciptakan* film yang terjamin sukses.

    Eh ini kok justeru* saya yang nyinyir?!

    Eniwei, sebelum membeberkan susunan* box office terbesar tahun ini, saya inginkan* memberi tebakan dulu: menurut* keterangan dari* anda, film apa yang menjadi film terlaris di Amerika tahun ini?

    Tentu saja film terbesar tahun ini, yang memperlihatkan* tak tidak cukup* dari 387 superhero, yang adalah*even sangat* monumental sepanjang sejarah blockbuster, yang menyerahkan* kita perkembangan kisah* paling katarsis sepanjang masa, yang dapat* membuat orang dewasa menangis tersedu-sedu, yang dapat* membuat orang sangat* optimis jadi depresi, yaitu suatu* film yang berjudul Avengers: Infinity War…

    … bukanlah film tersebut. Yup, yang menjadi film terlaris di Amerika rupanya hanya* seipritnya Avengers: Infinity War, film superhero kulit hitam kesatu*: Black Panther. Film itu* mencatatkan penghasilan* $700,0 juta. Angka ini tak melulu* melontarkannya menjadi film Marvel terlaris sepanjang masa, tapi pun* film superhero terlaris sepanjang masa di Amerika. Di luar genre, ia menjadi film terlaris ketiga sepanjang masa, tepat di bawah Avatar ($760,5 juta).

    Avengers: Infinity War cuma dapat* meringkuk di bawah Black Panther dengan $678,8 juta. Padahal ia punya debut yang adalah*debut terbesar sepanjang sejarah Marvel ($257,7 juta), lebih unggul dibanding Black Panther ($202,0 juta).

    Jawara selanjutnya pun* menjadi kepunyaan* film superhero, kebetulan kali ini adalah*film animasi. Dengan $608,6 juta, Incredibles 2 menjadi film animasi terlaris sepanjang masa di Amerika, melibas Finding Dory ($486,3 juta). Ia pun* menggeser The Dark Knight (534,8 juta) guna* menjadi film superhero terlaris keempat sepanjang masa. Di luar genrenya, Incredibles 2 punya penghasilan* total terlaris ke-9 sepanjang masa masa, di bawah Star Wars: The Last Jedi ($620,2 juta).

    Hentakan Jurassic World: Fallen Kingdom memang tak sehebat film kesatu*nya ($652,3 juta), namun* ia masih dapat* untuk masuk di posisi 4 film terlaris Amerika dengan $416,8 juta. Mari tak usah kita kupas* posisinya di rekor sepanjang masa. Angka segitu baru remah-remah guna* ukuran blockbuster pemecah rekor.

    Secara global, empat besar box office sebetulnya dipenuhi* oleh film-film yang sama dengan box office Amerika. Tapi mungkin* karena selera yang berbeda, posisi masing-masingnya berganti. Avengers: Infinity War menjadi film 2018 terlaris secara global dengan $2,04 miliar, berkat ekstra* $1,37 miliar dari luar Amerika. Black Panther menyusul di bawahnya dengan $1,35 miliar, Jurassic World: Fallen Kingdom dengan $1,30 miliar, dan Incredibles 2 dengan $1,24 miliar.

    Di luar rekor tersebut, kita tidak boleh* sampai melupakan film-film yang relatif lebih kecil namun* tak kalah nge-hits. A Quiet Place, misalnya. Film garapan John Krasinski itu* adalah*salah satu film sangat* menguntungkan tahun ini, meraup $340 juta dari bujet yang hanya* $17 juta. Angka tersebut pun* sukses mengantarkannya menjadi film horor terlaris ke-4 sepanjang masa, sedang di* bawah The Exorcist ($232,9 juta).

    Film beda* yang kesuksesannya juga lumayan* berkesan ialah* Crazy Rich Asians. Film yang mayoritas* cast-nya ialah* keturunan Asia ini sukses* mencetak penghasilan* $238 juta secara global. Ini menempatkannya sebagai film komedi-romantis terlaris ke-6 sepanjang masa.

    Ada pula sejumlah* film yang secara mengejutkan sukses* menjadi gejala* global yang tak terduga. Biopik Queen, Bohemian Rhapsody menjadi film biopik musikal terlaris sepanjang masa dengan $702,5 juta. A Star is Born, film debut Bradley Cooper yang sepanjang perjalanannya tak pernah menduduki* posisi kesatu* di weekend box office, sukses* meraup $201,0 juta di Amerika dan $388,7 juta secara global.

    Venom, yang ngomong-ngomong dibantai kritikus, lebih dahsyat lagi: sukses* meraup $855,2 juta dan menjadi film terlaris ketiga dalam franchise Spider-Man. Padahal ia tak memperlihatkan* Spider-Man sama sekali lho.

    Dan film dimana Jason Statham bertarung melawan hiu raksasa, yang mungkin* sudah anda* lupakan itu? The Meg sukses* membuat riak dengan $530 juta, menjadi film kolaborasi Cina-Amerika tersukses sepanjang masa.

    Sebelum saya tutup dengan rekapan data box office dari BoxOfficeMojo, patut disalin* bahwa data ini masih berkesempatan* sedikit berubah. Terutama sebab* Aquaman masih tayang dan diberitakan* akan menjaga* terus performanya yang spektakuler. Sejauh ini saja, belum hingga* 1 bulan, jagoan teranyar* DCEU ini telah* mencatatkan penghasilan* $188,8 juta di Amerika. Di luar Amerika, ia telah* menjadi film terlaris ke-7 sepanjang 2018 dengan $748,8 juta, mengungguli* Deadpool 2 ($735,6 juta). Di akhir perjalanannya nanti, bukan tak dapat* Aquaman akan* menjadi film DCEU terlaris dengan mengungguli* Wonder Woman ($821,8 juta) dan Batman v Superman ($873,6 juta).