Unsupported Screen Size: The viewport size is too small for the theme to render properly.

Kategori: Budaya Organisasi

Daftar Perusahaan Indonesia Pengguna Scrum

Daftar Perusahaan Indonesia Pengguna Scrum

Menurut salah satu dari 10 besar TED talk terbaik yang dibawakan oleh Daniel Pink, dan juga dijabarkan didalam bukunya Drive, Ternyata motivasi intrinsik lebih besar efeknya untuk manusia, terutama dalam dunia kerja. Uang atau kompensasi tetap penting, tapi bukanlah motivator atau driver no.1, Tapi lebih ke lingkungan kerja.

Salah satu yang didambakan oleh banyak orang, terutama di kalangan millenials adalah lingkungan kerja yang nyaman, lincah (agile), autonomy, high freewill (but not totally free), dan semacamnya. Atau dalam dunia Software Development kita bisa arahkan ke dalam pendekatan Agile, Maka dari itu kami akan memberikan daftar perusahaan-perusahaan yang menjalankan Agile values & principle, terutatama dengan Scrum sebagai framework nya.

Mungkin bisa berguna bagi anda yang mencari tantangan baru di rumah yang secara “arsitektur” sudah terbukti menjadi pilihan utama di banyak perusahaan dunia. Berikut daftar perusahaan di Indonesia yang sudah menjankan Scrum :

  1. Allianz
  2. Alterra
  3. Astra International
  4. Axa
  5. BCA
  6. BTPN
  7. Bukalapak
  8. Commonwealth Bank
  9. Doku
  10. GVM Network
  11. HappyFresh
  12. Home Credit
  13. Hooq
  14. Infokes
  15. Mekari
  16. Nusatrip
  17. OCBC
  18. Pegadaian
  19. Ralali
  20. Rumah123
  21. Telkom (Amoeba)
  22. Tiket.com
  23. Tokopedia
  24. XL Axiata

 

Disclaimer :

  1. Data Survey kami dapatkan dan verifikasi dari Scrum Team perusahaan yang bersangkutan sampai bulan Juni 2019. Dan terus kami perbaharui setiap bulan (living article).
  2. Kami tidak mengukur kualitas penerapan Scrum di perusahaan diatas, jadi kami tidak bertanggung jawab mengenai Kualitas Scrum pada perusahaan diatas benar-benar diterapkan dengan relijius atau hanya sekedar marketing gimmick āœŒšŸ»
  3. Jika perusahaan anda ingin di tampilkan di daftar diatas, silahkan mengisi form disini

 

Scrum dan Profesionalisme

Scrum dan Profesionalisme

Tahun 2017 lalu saya melibatkan diri dengan rekan-rekan komunitas Scrum Indonesia untuk mengadakan sebuah acara konferensi tingkat nasional tentang Scrum yaituĀ Scrum Day BandungĀ 2017.Ā  Saat itu scrum masih tidak se-fenomenal sekarang, dan terbatas pada perusahan IT dan pengembang perangkat lunak saja. Sehingga para relawan acara memutuskan untuk mengambil satu tema yang berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak,Ā “Profesionalism in Software Development”.Ā Hingga saat ini pembahasan mengenai profesionalisme seorang pengembang perangkat lunak masih cukup hangat diperbincangkan. Karena hampir setiap orang punya definisi sendiri tentang profesionalisme.

Silahkan baca selengkapnya disini…

Memanusiakan manusia dengan Scrum

Memanusiakan manusia dengan Scrum

Scrum adalah kerangka kerja, bukan metodologi. Kamu bisa lihat definisi lengkap Scrum diĀ Scrum Guide. Scrum tidak mengatur bagaimana cara dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks atau membuat sebuah produk tapi scrum mengatur proses kerja agar orang-orang didalam tim bisa belajar dan mencari cara bagaimana menyelesaikan permasalahan kompleks dan mengembangkan produk serta meningkatkan kreatifitas dan produktifitas orang-orang didalam tim.
Jika kamu bekerja dalam tim ataupun organisasi apalagi kamu adalah seorang pemimpin maka kamu perlu ingat bahwa semua rekan, atasan, karyawan, pelanggan kamu adalah manusia. Jadi mereka sudah selayaknya diperlakukan sebagai manusia. Mungkin sangat tidak manusiawi jika kamu memperlalukan mereka layaknya sebagai mesin atau robot misalnya memaksakan perintah yang tidak tau apa tujuan, manfaatnya bahkan yang mengerjakan perintah tidak diberi kesempatan untuk bertanya, berfikir dan mencari tau. Pokoknya ya kerjakan sesuai perintah, kalau tidak kamu akan dicap sebagai karyawan yang buruk.

Lingkungan kerja tidak manusiawi

Silahkan baca selengkapnya disini…

Scrum dan Perubahan, apa hubungannya?

Scrum dan Perubahan, apa hubungannya?

Kita tentu cukup sering mendengar (atau membaca) hal tentang “perubahan”. Banyak yg menginginkan perubahan baik itu untuk diri sendiri maupun organisasi atau lingkungan kerja. Ada juga orang yang anti perubahan, senang berada di zona nyaman dan status quo karena melakukan perubahan itu sendiri tidak mudah apalagi menyangkut banyak orang.

Read More “Scrum dan Perubahan, apa hubungannya?”

Scrum (tidak) hanya untuk pengembangan perangkat lunak

Scrum (tidak) hanya untuk pengembangan perangkat lunak

Seperti kita ketahui bersama, kerangka kerja yang bernama Scrum sangat populer pada dunia pengembangan perangkat lunak. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil survey VerisonOne beberapa tahun lalu. Akan tetapi apakah anda tahu bahwa Scrum tidak hanya diciptakan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak? Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita biasakan melihat kembali pada panduan resmi Scrum berikut ini:

Read More “Scrum (tidak) hanya untuk pengembangan perangkat lunak”